Sekolah Masak & Akademi Perhotelan

Kursus Membuat Patung dari Gabus

Kursus Clay

Kursus Fiberglass

Kursus Membatik, Lukisan Kain Perca & Glass Painting

Kursus Softener - Pelembut Pakaian, Handsoap & Sabun Cuci Piring

Kursus Sablon & Multimedia

Kursus Digital Music Production

Kursus Kue Kering

Kursus Membatik di LPLK Tristar

Cara Produksi Chicken Nugget

Toko Mesin Tristar Harga Promosi

Kursus Digital Music Production, Audio Recording, Mixing & Mastering

KURSUS BEBEK PEKING

Pelatihan Wira Usaha Tristar

Kursus Industri Sosis & Mesin Industri Sosis

Kursus Pelapisan Logam

Belajar Melukis Di Kaos/Painting on TShirt

Belajar melukis di Gelas & Ceramic/ Ceramic & Glass Painting

WISATA KULINER TRISTAR

KURSUS KULINER TRISTAR

TRISTAR MACHINERY

KURSUS HOME INDUSTRY & HANDICRAFT TRISTAR

TRISTAR FOOD INGGRIDIENT

Peluang Usaha Bakso

Peluang Bisnis Ice Cream

Peluang Bisnis Keripik Buah

Peluang Bisnis Electroplating

Peluang Bisnis Handicraft & Souvenir

Pelatihan Wira Usaha Tristar

MESIN PRODUKSI MIE

KURSUS KULINER TRISTAR

Program Kursus Kuliner di Tristar.

TRISTAR MACHINERY

Kursus Home Industry & Handicraft Tistar

Kursus Tristar di Royal Plaza Surabaya

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

PELUANG USAHA JAJANAN TRENDY

Kursus Wira Usaha

Kursus Membatik, Lukisan Kain Perca, Melukis di media Kain, Telur, Kayu, Gelas, dll

MESIN PERTANIAN TRISTAR


Pages

Cara Membuat Pelembut Pakaian

Cara Membuat Shampoo Mobil & Motor


Tristar Machinery TEC - Pusat Pelatihan Wira Usaha.
Telp: 031-52403038-39. Fax; 031-52403039. HP: 082330853729. Flexi: 031 - 77213905.
Tunjungan Electronic Centre Lantai 3 no. 41-42. Jalan Tunjungan no 5-7. Surabaya.


Kamis, 18 November 2010

Pelatihan & Kursus Cara Membuat Pupuk NPK.

Pelatihan Cara Produksi Pupuk NPK.
How to make NPK Fertilizer.
Diajarkan mulai dari pengenalan Bahan Bahan untuk Produksi Pupuk NPK.
Melihat Langsung Proses produksi: Grinding - Mixing - Granulating - Packaging.
Demo Mesin Mesin Produksi Pupuk.
Mekanisme Perizinan Pupuk.
Talkshow: Prospek Cerah Industri Pupuk di Indonesia.
Info & Pendaftaran:
Politeknik Tristar
Jurusan: Teknologi Pangan & Pengolahan Hasil Pertanian.
Telp: 031-8415016. Fax: 031-8432050.
Flexi : 031-81639991. HP: 085733691548.



Tristar Cetak Calon Pebisnis Pupuk
SETELAH sukses menggelar pelatihan membuat bioetanol dari singkong, Politeknik Tristar kembali menggelar program pelatihan industri tepat guna berupa pelatihan pembuatan pupuk NPK dan pupuk cair organik (PCO).
Indonesia sebagai negara agraris yang mengandalkan pertanian untuk mendukung industri, salah satu komponen utama dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan mandiri adalah penyediaan sarana produksi pertanian dalam jumlah mencukupi saat musim tanam terutama benih/bibit tanaman, pupuk, dan obat-obatan pertanian merupakan sebuah keniscayaan.
Pupuk sebagai salah satu komponen dalam industri agrobisnis memainkan peranan penting, utamanya dalam merealisasi program go green 2010 yang dicanangkan Pemerintah cq Kantor Kementerian Pertanian. Dukungan luas dari program tersebut datang dari para pemain utama industri pupuk di Indonesia seperti PT Ptrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). Ketiganya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Program go green 2010 memungkinkan usaha kecil menengah (UKM) tumbuh dan berkembang dalam industri pupuk skala menengah kecil karena pemerintah tahun ini mulai mengurangi subsidi pupuk anorganik menjadi Rp 8 triliun, sedangkan pupuk organik NPK subsidinya meningkat menjadi Rp 11 triliun. Total subsidi pupuk dari pemerintah Rp 19 tiliun.
Akibatnya, pupuk anorganik –merek Phonska dan Niphonska—langka di Jawa maupun luar Jawa. Kelangkaan pupuk anorganik ini juga imbas dari seretnya pasokan gas dan BBM untuk industri pupuk skala besar. Karena itu, pemerintah saat ini menggenjot UKM pupuk NPK untuk berpartisipasi dalam produksi dan penyaluran pupuk NPK ke petani.
Tak pelak jika kebutuhan pupuk NPK belakangan semakin tinggi, setelah adanya pembukaan kebun-kebun kelapa sawit baru di Kalimantan dan Sumatera yang membutuhkan pupuk NPK 15.15.15. Pupuk jenis ini dinilai paling aplikatif baik untuk tanaman padi, menyusul dikuranginya jatah Urea sebagai pupuk starter menjadi 200 kg per hektare dan digunakan untuk pemupukan kelapa sawit di lahan-lahan gambut daerah Kalimantan yang dioplos dengan dolomite.
“Nah, melihat kenyataan itu maka jumah UKM pupuk organik NPK 15.15.15 akhir-akhir ini tumbuh baik jamur di musim penghujan. Namun tidak sedikit diantara pemain itu yang kerjanya ngawur (asal-asalan) sehingga berurusan dengan polisi,” Ir Dwi Andriyanto, instruktur pelatihan pupuk dari Politeknik Tristar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak mengenakkan tersebut, maka calon pemain industri pupuk organik NPK skala kecil menengah (home industry) disarankan agar mematuhi aturan yang berlaku. Sedikitnya ada 10 berkas perijinan yang harus dipenuhi pengusaha pupuk pemula, yakni:
-    Akte pendirian badan usaha berikut pengesahannya dikeluarkan oleh Depkumham.
-    Ijin prinsip dikeluarkan Pemkot/Pemkab.
-    Ijin gangguan (HO) oleh dinas perijinan Kabupaten/Kota.
-    SIUP dari Disperindag Kota/Kabupaten.
-    TDP dari Disperindag Kota/Kabupaten.
-    TDI dari Disperindag Kota/Kabupaten.
-    NPWP dan SPPKP oleh Dirjen Pajak Depkeu.
-    Surat ijin terdaftar (SIT) oleh Deptan (Pendaftaran dilakukan untuk setiap varian produk).
-    Surat ijin merek dikeluarkan oleh Ditjen HAKI Depkumham.
-    Sertifikat produk pengguna tanda SNI dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi produk. Certificate of Analysis (CoA) dari PT Sucofindo (Persero).
Sementara itu, untuk membuat pupuk organik NPK 15.15.15 dalam industri pupuk skala rumahan relatif mudah dan murah, senyampang bahan dan peralatannya siap serta pihak pelaksananya mengikuti posedur yang telah ditentukan.
Untuk peralatan bantu yang harus disediakan antara lain mixer, screen (ayakan), pan granulator, chrusser, rotary dryer, rotary cooler. Sedangkan bahan baku yang disiapkan adalah Urea (N) 32 kg, ZA (Zulfur Amonium-N&S) 8 kg, MPO (KCl) 38 kg, Diamonium Phosphate (DAP-N&P) 20 kg, Dolomite (Ca&Mg) 8 kg, Rock Phosphate 15 persen 28 kg, Phosphoric Acid 85 persen 6 kg, White Clay untuk coating 10 kg, dan Iron Oxide (Red) untuk pewarnanya.
Menurut Andriyan, sapaan karib Dwi Andriyanto, untuk membuat pupuk organik NPK biayanya relatif murah. Dengan modal sekitar Rp 650 ribu untuk pengadaan bahan baku. HPP bahan baku Rp 4.356 per kg. Biaya produksi hanya Rp 100 per kg, tenaga kerja Rp 85 per kg, biaya packaging Rp 75 per kg, biaya lain-lain Rp 50 per kg. Total Rp 4.666 per kg, sedangkan profit nettonya bisa mencapai Rp 840 per kg jika harga jual pupuk NPK Rp 5.505 per kg.
Selain mendapat penjelasan dari Andriyanto, peserta kursus juga dibekali ilmu membuat pupuk pelengkap cair (PPC) dari Ir Maruto. PPC yang dikembangkannya itu memanfaatkan bahan limbah rumah tangga dan pekarangan. Untuk mendapatkan pupuk cair organik (PCO), pihaknya memanfaatkan mikroorganisme yang berfungsi membantu fermentasi bahan baku PCO

.

Sementara itu, ditemui Tristar Mutimedia disela kegiatan pelatihan, satu dari 13 peserta pelatihan pembuatan pupuk, Fifi Laksono menuturkan, dirinya menaruh harapan besar untuk merealisasi kegiatan kursus singkat ini dengan mendirikan pabrik pupuk organik NPK skala kecil menengah di Banjarmasin. Sejauh ini, kebun sawit yang dikelola suaminya butuh suplai yang tidak sedikit baik dari sisi jumlah maupun harganya. “Nah, jika kami punya pabrik pupuk untuk memenuhi kebun sendiri, tentu akan meghemat cost,” tutur ibu lima anak ini, Sabtu (18/12).
Karena itu, sehabis mengikuti pelatihan ini, pihaknya masih butuh bimbingan dari instruktur sekaligus konsultasi sebelum memutuskan membangun pabrik pupuk mini di Kalimantan Selatan. Dengan bekal pelatihan ini pula ia mengaku jadi tahu apa saja yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pupuk organik NPK 15.15.15 yang kini digalakkan pemerintah.
Sedangkan Christian dari PT Molindo Lawang, lebih memilih sharing dengan pihak pengajar Tristar karena di pabriknya sendiri selain memroduksi alkohol dari bahan baku tetes tebu, juga memrpoduksi pupuk granuler dan PPC.  Dengan demikian limbah industri alkohol di pabriknya masih bisa dimanfaatkan untuk pupuk yang berguna bagi petani sekitarnya.
“Saya ngikuti acara ini selain untuk sharing, juga ingin melihat langsung teknologi tepat guna yang dikembangkan Tristar bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UPN Veteran Surabaya. Paling tidak kami dapat wawasan baru dan pencerahan,” terang pria berkaca mata minus ini. Semoga pelatihan singkat ini, mewujudkan niat Anda jadi pebisnis pupuk organik. (aha)



Fieldtrip Bisnis Pupuk NPK.
Pelatihan Cara Produksi Pupuk NPK.
Diajarkan mulai dari pengenalan Bahan Bahan untuk Produksi Pupuk NPK.
Melihat Langsung Proses produksi: Grinding - Mixing - Granulating - Packaging.
Demo Mesin Mesin Produksi Pupuk.
Mekanisme Perizinan Pupuk.
Talkshow: Prospek Cerah Industri Pupuk di Indonesia.
Lokasi Pengolahan Pupuk di Kecamatan Gunung Anyar.
Fasilitas: 
Snack Box & Lunch Box.
Makalah & Contoh Hasil Jadi Pupuk NPK.



Surabaya - Indonesia.






VCD Cara Membuat Pupuk NPK - Pupuk Granul

                                                            

VCD Cara Membuat Pupuk NPK - Pupuk Granul

VCD Cara Membuat Pupuk Granul NPK – How to Make NPK Fertilizer.
Info & Pemesanan:  081332004197 – 085731051010


Diajarkan:
-Pengenalan Bahan Bahan Penyusun Pupuk NPK
-Cara Mengolah Pupuk NPK mulai dari Mixing – Grinding & Granulating.
-Demo Mesin Mesin Pembuatan Pupuk


Dilengkapi dengan makalah lengkap teory pembuatan pupuk NPK, 

Mekanisme Perijinan & Analisis Usaha.




Membuat Pupuk Organik Granul

Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, table, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.

Pengeringan Bahan
Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya. Bisa juga menggunakan kompos, baik kompos dari limbah pertanian, kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.

Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%. Lebih kering lebih bagus.
Rotary dryer untuk mengeringkan kompos/pupuk organik.
Diamater alatnya kurang lebih 150 cm dan panjang 9 m.

Penggilingan dan Pengayakan
Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.

Penambahan Bahan-bahan Lain
Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain. Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.

Granulasi
Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya aku gunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil. Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr - 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.

Alat lain yang juga dapat digunakan untuk membuat granul adalah moleh pengaduk semen. Alat ini biasa digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat diperoleh di toko-toko penjual alat bagunan. Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas. Pertama masukkan bahan ke dalam moleh. Hidupkan mesinnya. Sambil diputar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul. Setelah granul terbentuk, isi molen dapat dituang.

Alat lain yang khusus dibuat untuk granulasi adalah pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Prinsip kerjanya sih masih sama dengan cara nampan di atas. Ukuran piringan bisa bermacam-macam. Kami memiliki pan granulator ukuran kecil dengan diameter 1 m dan ada juga yang berukuran 2.5 m. Cara kerjanya sama seperti yang telah disebutkan di atas.

Setelah granul terbentuk, granul ini perlu diayak untuk mendapatkan ukuran granul yang seragam. Ukuran ayakan tergantung pada ukuran granul yang akan dibuat.

Pengemasan
Langkah berikutnya adalah pengemasan pupuk granul. Ukuran kemasan bisa bermacam-macam. Kemasan-kemasan kecil bisa berukurang 1 kg, 5 kg, atau 10 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung dengan ukuran 25 - 30 kg. Kemasan biasanya terdiri dari dua bagian, bagian luar dan bagian dalam (inner). Kemasan bagian luar diberi merek/nama/logo perusahaan.
Info Jadwal & Pendaftaran:
Politeknik Tristar.
Jurusan: Teknologi Pangan & Pengolahan Hasil Pertanian.
Jln. Raya Jemursari 234 - 244 Surabaya
Flexi: 031-81959295.
HP: 085733691548.
Fax: 031-8432050.
Kampus Baru:
Jln. Raya Tenggilis no.68.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar